Jumat, 04 Desember 2009

PENGERTIAN PERSEPSI

Pengertian Persepsi
Kotler (2000) menjelaskan persepsi sebagai proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan-masukan informasi untuk menciptakan gambaran keseluruhan yang berarti. Mangkunegara (dalam Arindita, 2002) berpendapat bahwa persepsi adalah suatu proses pemberian arti atau makna terhadap lingkungan. Dalam hal ini persepsi mecakup penafsiran obyek, penerimaan stimulus (Input), pengorganisasian stimulus, dan penafsiran terhadap stimulus yang telah diorganisasikan dengan cara mempengaruhi perilaku dan pembentukan sikap. Adapun Robbins (2003)
mendeskripsikan persepsi dalam kaitannya dengan lingkungan, yaitu sebagai proses di mana individu-individu mengorganisasikan dan menafsirkan kesan indera mereka agar memberi makna kepada lingkungan mereka.
Walgito (1993) mengemukakan bahwa persepsi seseorang merupakan proses aktif yang memegang peranan, bukan hanya stimulus yang mengenainya tetapi juga individu sebagai satu kesatuan dengan pengalaman-pengalamannya, motivasi serta sikapnya yang relevan dalam menanggapi stimulus. Individu dalam hubungannya dengan dunia luar selalu melakukan pengamatan untuk dapat mengartikan rangsangan yang diterima dan alat indera dipergunakan sebagai penghubungan antara individu dengan dunia luar. Agar proses pengamatan itu terjadi, maka diperlukan objek yang diamati alat indera yang cukup baik dan perhatian merupakan langkah pertama sebagai suatu persiapan dalam mengadakan pengamatan. Persepsi dalam arti umum adalah pandangan seseorang terhadap sesuatu yang akan membuat respon bagaimana dan dengan apa seseorang akan bertindak.
Leavitt (dalam Rosyadi, 2001) membedakan persepsi menjadi dua pandangan, yaitu pandangan secara sempit dan luas. Pandangan yang sempit mengartikan persepsi sebagai penglihatan, bagaimana seseorang melihat sesuatu. Sedangkan pandangan yang luas mengartikannya sebagai bagaimana seseorang memandang atau mengartikan sesuatu. Sebagian besar dari individu menyadari bahwa dunia yang sebagaimana dilihat tidak selalu sama dengan kenyataan, jadi berbeda dengan pendekatan sempit, tidak hanya sekedar melihat sesuatu tapi lebih pada pengertiannya terhadap sesuatu tersebut.
Persepsi berarti analisis mengenai cara mengintegrasikan penerapan kita terhadap hal- hal di sekeliling individu dengan kesan-kesan atau konsep yang sudah ada, dan selanjutnya mengenali benda tersebut. Untuk memahami hal ini, akan diberikan contoh sebagai berikut: individu baru pertama kali menjumpai buah yang sebelumnya tidak kita kenali, dan kemudian ada orang yang memberitahu kita bahwa buah itu namanya mangga. Individu kemudian mengamati serta menelaah bentuk, rasa, dan lain sebagainya, dari buah itu secara saksama. Lalu timbul konsep mengenai mangga dalam benak (memori) individu. Pada kesempatan lainnya, saat menjumpai buah yang sama, maka individu akan menggunakan kesan-kesan dan konsep yang telah kita miliki untuk mengenali bahwa yang kita lihat itu adalah mangga (Taniputera, 2005).
Dari definisi persepsi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa persepsi merupakan suatu proses bagaimana seseorang menyeleksi, mengatur dan menginterpretasikan masukan- masukan informasi dan pengalaman-pengalaman yang ada dan kemudian menafsirkannya untuk menciptakan keseluruhan gambaran yang berarti.
Proses Persepsi dan Sifat Persepsi
Alport (dalam Mar’at, 1991) proses persepsi merupakan suatu proses kognitif yang dipengaruhi oleh pengalaman, cakrawala, dan pengetahuan individu. Pengalaman dan proses belajar akan memberikan bentuk dan struktur bagi objek yang ditangkap panca indera, sedangkan pengetahuan dan cakrawala akan memberikan arti terhadap objek yang ditangkap individu, dan akhirnya komponen individu akan berperan dalam menentukan tersedianya jawaban yang berupa sikap dan tingkah laku individu terhadap objek yang ada.
Walgito (dalam Hamka, 2002) menyatakan bahwa terjadinya persepsi merupakan suatu yang terjadi dalam tahap-tahap berikut:
1) Tahap pertama, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses kealaman atau proses fisik, merupakan proses ditangkapnya suatu stimulus oleh alat indera manusia.
2) Tahap kedua, merupakan tahap yang dikenal dengan proses fisiologis, merupakan proses diteruskannya stimulus yang diterima oleh reseptor (alat indera) melalui saraf-saraf sensoris.
3) Tahap ketiga, merupakan tahap yang dikenal dengan nama proses psikologik, merupakan proses timbulnya kesadaran individu tentang stimulus yang diterima reseptor.
4) Tahap ke empat, merupakan hasil yang diperoleh dari proses persepsi yaitu berupa tanggapan dan perilaku.
Berdasarkan pendapat para ahli yang telah dikemukakan, bahwa proses persepsi melalui tiga tahap, yaitu:
1) Tahap penerimaan stimulus, baik stimulus fisik maupun stimulus sosial melalui alat indera manusia, yang dalam proses ini mencakup pula pengenalan dan pengumpulan informasi tentang stimulus yang ada.
2) Tahap pengolahan stimulus sosial melalui proses seleksi serta pengorganisasian informasi.
3) Tahap perubahan stimulus yang diterima individu dalam menanggapi lingkungan melalui proses kognisi yang dipengaruhi oleh pengalaman, cakrawala, serta pengetahuan individu.
Menurut Newcomb (dalam Arindita, 2003), ada beberapa sifat yang menyertai proses persepsi, yaitu:
1) Konstansi (menetap): Dimana individu mempersepsikan seseorang sebagai orang itu sendiri walaupun perilaku yang ditampilkan berbeda-beda.
2) Selektif: persepsi dipengaruhi oleh keadaan psikologis si perseptor. Dalam arti bahwa banyaknya informasi dalam waktu yang

LIRIK LAGU SAYKOJI ~ SO WHAT GITU LHO

Saykoji – So What Gituloh
So What Gituloh - Saykoji
*courtesy of LirikLaguIndonesia.net
You know I really like it these days
kalo mereka pengen nyela sesuatu 
dengan kayak pengen nunjukin itu tuh gak ada artinya ”
apa sih”… funny yourself man… It’s like, SO WHAT GITULOH?!
Ok lu tajir banyak duitnya…SWGTL
lo pake blink-blik bertumpuk lima….SWGTL
lo bisa beli baju hip-hop….SWGTL
Bikin lo di side kick player….SWGTL
Jadi bokap lu kaya, nyokap lu juga kaya,
bisa ngasih duit biar elo bisa begaya
Supaya kaya. rapper yang tajir dan berduit
padahal nggak bisa nge-rap bisanya cuma suit
hidupnya sulit apa-apa tinggal minta
di rumah gayanya bisanya sok merintah
Serasa jadi raja, sejak dia masih remaja
Mending sekarang lo denger omongan gue aja…
lu punya mobil mahal impor….SWGTL
yang pake velg spinning wheels man….SWGTL
DVD dalam mobil tiga….SWGTL
Audio system paling mahal….SWGTL
lu punya mobil mahal biar bisa kayak bola
lu sangka udah hip-hop abis man, elo salah
gaya tapi sama skali nggak punya kualitas blink- blink lifestyle hip hopnya cuma sepintas
Rapper yang memang kaya Debbi cluwon struggle
udah lewatin nol padahal circle in trouble
lo bahkan kagak tau rasanya berjuang karna orang tua lo gampang aja ngasih uang
lo punya pacar ada lima….SWGTL
yang selalu elo pamerin….SWGTL
kalo di klub suka paling so hot….SWGTL
udah serasa jadi pimp man….SWGTL
Buset belom kawin aja udah poligami
gayanya ga cukup dengan cuma satu mami
lo harus punya lima biar disangka playa
Anita, Shena, Rossita, Melissa sama Dhea
Sepintas lu kayak rapper multi-platinum
dari gaya hidup udah cukup maksimum
tapi ditanya hip-hop, gak bisa apa-apa
lo cuma bisa gaya, lo cuma punya sampah
Bokap lu konglomerat sukses….SWGTL
bukan elo yang nyari duit….SWGTL
nyokap lu dokter hewan man….SWGTL
dan om lo pejabat tinggi….SWGTL
lu bisa gaya hip-hop abis….SWGTL
pake duit supaya gaul….SWGTL
selama hip-hop lu nol man….SWGTL
lu juga bisa bilang balik….SWGTL
I know this song’d be cool just say it….SWGTL
Making fun of people just say….SWGTL
Ok, stop these things I can’t hearing it repeating… SWGTL